Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur

Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari adalah program reintroduksi orangutan pertama yang didirikan oleh Yayasan BOS pada tahun 1991, khusus untuk menyediakan perawatan dan rehabilitasi bagi orangutan yang kehilangan habitat atau induk mereka.

Secara resmi dikenal sebagai Wanariset, proyek ini direlokasi pada tahun 2006 karena tidak memiliki cukup ruang dan berganti nama menjadi Samboja Lestari. Program ini saat ini terletak sekitar 38 kilometer dari Balikpapan, Kalimantan Timur dan kami bekerjasama dengan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, unit teknis khusus Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Tanah di Samboja Lestari dimiliki oleh Yayasan BOS dan merupakan lokasi program rehabilitasi hutan kami.

Kegiatan utama kami di Samboja Lestari di antaranya adalah penyelamatan orangutan, translokasi orangutan dari daerah-daerah konflik ke daerah-daerah habitat yang aman dan dilindungi, perawatan dan pelayanan kesehatan, rehabilitasi, reintroduksi dan kegiatan restorasi hutan. Selain rehabilitasi dan reintroduksi orangutan, kami mengelola suaka beruang madu di Samboja Lestari, dengan sekitar 50 beruang madu saat ini sedang dalam perawatan kami.

Konservasi habitat dan satwa liar hanya dapat dicapai dengan bekerja sama dengan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu dalam semua bidang pekerjaan kami melibatkan masyarakat setempat dan sekolah-sekolah pada kegiatan pengembangan masyarakat dan penjangkauan pendidikan konservasi.

Yayasan BOS telah menyelamatkan ratusan orangutan di Kalimantan Timur dan saat ini merawat lebih dari 200 orangutan di Samboja Lestari.

 

Translokasi Orangutan

Orangutan yang telah terusir dari habitat alami mereka akibat kegiatan pembangunan manusia menyebabkan hilangnya habitat mereka yang luas, sehingga mereka terpaksa menjelajah jauh untuk mencari makanan. Seringkali mereka masuk ke perkebunan kelapa sawit atau kebun warga karena mereka tidak memiliki alternatif lain. Bersama dengan BKSDA, kami berhasil menyelamatkan orangutan dari situasi seperti ini. Jika mereka sehat, kami segera dapat melepaskan mereka ke daerah-daerah yang merupakan habitat alami yang aman. Praktek ini umumnya dikenal sebagai translokasi. Dalam situasi di mana orangutan telah menderita cedera atau sakit, kami menyediakan perawatan kesehatan yang didedikasikan untuk memastikan pemulihan mereka untuk translokasi di masa depan atau reintroduksi nantinya.

Rehabilitasi dan Reintroduksi Orangutan

Yayasan BOS mengelola dua program reintroduksi, yaitu Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah dan Samboja Lestari di Kalimantan Timur. Kedua program ini fokus pada kegiatan rehabilitasi dan reintroduksi, sejalan dengan kebijakan nasional serta pedoman dan kriteria internasional (IUCN). Ketika bayi orangutan dipisahkan dari ibunya, mereka kehilangan seluruh waktu pembelajaran sejak dini. Oleh karena itu, tujuan rehabilitasi adalah untuk membekali orangutan yang kehilangan induknya dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup setelah mereka cukup umur untuk dilepasliarkan kembali ke hutan.

 

PROSES REHABILITASI

Perawatan Kesehatan dan Karantina
Setiap orangutan yang tiba di salah satu program reintroduksi kami harus melalui prosedur karantina dan pemeriksaan kesehatan rutin (fisik dan psikologis). Hal ini sangat penting karena orangutan yang diselamatkan kemungkinan besar telah tertular penyakit manusia yang biasanya tidak ditemukan di alam liar.

Rehabilitasi
Sebagian besar orangutan yang masuk ke fasilitas kami berusia masih sangat muda, sehingga membutuhkan sesama orangutan lain untuk berinteraksi dan mendapatkan pembelajaran harian tentang bertahan hidup hutan. Selama rehabilitasi, orangutan diajarkan dan dibimbing untuk membangun sarang, memilih pakan alami yang tepat dan mengenali predator alami mereka. Proses ini dimulai di ‘Sekolah Bayi’ dan berlangsung melalui berbagai tingkat di ‘Sekolah Hutan’, di mana setiap hari dihabiskan di hutan untuk belajar keterampilan baru. Keterampilan yang diperoleh setiap individu akan dinilai sebelum mereka boleh naik ke tingkat selanjutnya. Orangutan kemudian masuk ke Karantina Kesehatan atau Sekolah Hutan 3, yang merupakan hutan singgah untuk menuju tahap akhir rehabilitasi. Tergantung pada usia dan keterampilan yang dimiliki masing-masing orangutan, rehabilitasi bisa memakan waktu hingga 7 tahun.

Reintroduksi
Tujuan utama kami adalah untuk memperkenalkan kembali orangutan ke habitat alami mereka yang aman untuk membangun populasi baru yang layak dan bersifat jangka panjang untuk meningkatkan konservasi spesies di alam liar. Dijalankan oleh RHOI (Restorasi Habitat Orangutan Indonesia), sebuah perusahaan yang didirikan oleh Yayasan BOS untuk tujuan memperoleh Konsesi Restorasi Ekosistem, kawasan hutan yang telah kami jamin untuk program reintroduksi kami di Kalimantan Timur telah dilengkapi dengan kamp, peralatan dan personil terlatih untuk memastikan bahwa Program Monitoring Orangutan kami di lapangan mampu untuk terus memantau setiap adaptasi orangutan ke habitat alami mereka. Kegiatan ini membutuhkan banyak perencanaan dan dukungan logistik yang sangat besar dalam pelaksanaannya. Anda dapat mendukung Program Pelepasliaran Orangutan kami melalui donasi.

Untuk melihat perkembangan pelepasliaran orangutan terbaru kami di Kalimantan Timur, kunjungi blog kami.

Suaka Jangka Panjang
Sangat memprihatinkan karena beberapa orangutan kami tidak dapat kembali ke alam liar karena menderita sakit atau cedera. Tim kami berdedikasi untuk terus merawat dan memberikan pelayanan kesehatan bagi orangutan yang membutuhkannya sepanjang hidup mereka. Orangutan dapat hidup selama 50 tahun di pusat rehabilitasi dan kami memastikan bahwa kami akan terus menyediakan bagi mereka perawatan jangka panjang dan perlindungan maksimal.

 

Informasi lebih lanjut, hubungi:

Pusat Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur – Samboja Lestari
Jalan Balikpapan-Handil Km. 44 RT 01, Kecamatan Margomulyo
Samboja, Kalimantan Timur 75273, Indonesia
Telp.: +62 (0) 542 702 3600
Hotline: +62 (0) 821 494 18353 / 857 5308 4764
Email: bos_kaltim@orangutan.or.id