orangutans

BOS Foundation Melepasliarkan Dua Belas Orangutan ke TNBBBR Termasuk Dua Orang yang Direpatriasi dari Thailand

Kampanye #Orangutanfreedom masih berlanjut dan kami baru saja melepasliarkan lagi 12 orangutan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Pelepasliaran kali ini meliputi empat jantan dan delapan betina, dengan dua di antaranya menyelesaikan 11 tahun masa rehabilitasi di Nyaru Menteng setelah sebelumnya direpatriasi dari Thailand.

Kedua betina yang direpatriasi ini, Nanga dan Sukamara, tiba di Nyaru Menteng pada bulan November 2006, saat mereka berusia lima dan sembilan tahun. Sangat sedikit Informasi latar belakang tentang keduanya, namun dari tingkah lakunya jelas bahwa mereka sebelumnya berada cukup lama di kandang dan kemungkinan besar pernah berada di beberapa fasilitas hiburan. Ketika tiba di Nyaru Menteng, Nanga dan Sukamara ditempatkan bersama 46 orangutan lain hasil repatriasi dari Thailand di kelas khusus Sekolah Hutan untuk melatih keterampilan dasar seperti memanjat, membuat sarang, mencari makan, bersosialisasi, dan mengenali predator. Butuh waktu lama bagi Nanga dan Sukamara sebelum mereka dianggap siap menjalani tahap akhir rehabilitasi di pulau pra-pelepasliaran. Namun pada 2016, keduanya dipindahkan ke Pulau Bangamat dan kemajuan positif yang mereka tunjukkan membuat keduanya terpilih sebagai kandidat pelepasliaran.

Nanga dan Sukamara mengikuti jejak Wanna, orangutan repatriasi dari Thailand yang dilepaskan ke TNBBBR pada bulan Februari lalu (baca ceritanya di sini) dan orangutan lain sepertinya yang berhasil menyelesaikan rehabilitasi dan dilepasliarkan ke hutan belantara.

Tim Nyaru Menteng kami mengangkut 12 orangutan tersebut dalam dua kelompok terpisah: Nanga, Imot, Kahim, Puput, Puji, dan Hangei berangkat pada tanggal 9 November dan dilepaskan keesokan harinya. Sementara Sukamara, Stuart, Rawa, Bruni, Rebecca, dan Rowo berangkat pada 11 November, dan dilepasliarkan pada 12 November.

Masing-masing tim pelepasliaran bersama enam orangutan meninggalkan Nyaru Menteng setelah para orangutan dipindahkan ke kandang transport dan diangkut ke kendaraan 4×4 di kompleks karantina Nyaru Menteng.

Pembiusan yang dilakukan oleh dokter hewan Nyaru Menteng dengan bantuan teknisi

Tim pertama berangkat dari Nyaru Menteng sekitar pukul 7 malam menuju Desa Tumbang Tundu, desa terakhir yang berada di tepi TNBBBR. Perjalanan darat memakan waktu 10 jam dengan dengan perhentian setiap dua jam untuk memeriksa orangutan.

Tim pelepasliaran meninggalkan Nyaru Menteng dan menuju Tumbang Tundu

Tim pelepasliaran berhenti untuk memastikan orangutan dalam dengan baik

Di Desa Tumbang Tundu, tim memasangkan alat pelampung di kandang transport kemudian melanjutkan perjalanan menyusuri sungai ke arah hulu selama empat jam menggunakan perahu motor kecil yang dikenal sebagai ‘ces’, atau ‘kelotok’.

Tim menggunakan perahu kecil untuk mencapai titik pelepasliaran

 

Kedua Belas Orangutan Akhirnya Bebas!

Tim tiba di tepi sungai dekat titik pelepaliaran di jantung Taman Nasional sekitar pukul 10 pagi, dan kandang transport kemudian diangkat dari perahu dan dibawa ke titik pelepasliaran yang telah ditentukan sebelumnya. Selangkah lagi para orangutan menuju kebebasannya di rumah baru mereka!

Anggota tim membawa kandang untuk ke titik-titik pelepasliaran

Hanne dan Bue dari STO membuka kandang Nanga

Teknisi kami, Toni dan Sugiharto membuka kandang Sukamara

Akhirnya Keduabelas Orangutan memperoleh #Freedom

Ini merupakan pelepasliaran orangutan ke-19 yang telah dilakukan BOS Foundation di Kalimantan Tengah sekaligus ke-7 di TNBBBR, yang saat ini telah menampung 71 orangutan dari Nyaru Menteng.

Kami sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh pemerintah Kalimantan Tengah dan seluruh pemangku kepentingan yang berkomitmen terhadap upaya konservasi orangutan dan habitatnya di provinsi Kalimantan Tengah. Ini adalah program reintroduksi yang berkelanjutan dengan tujuan membentuk populasi orangutan yang sehat dan mampu mendukung konservasi orangutan di Kalimantan yang sangat terancam punah di alam liar, sebuah target yang berusaha kami capai saat ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah mendukung program pelepasliaran dan upaya konservasi orangutan!

Teks oleh: Tim Komunikasi BOS Foundation

Kau dapat membuat perbedaan dan membantu menyelamatkan orangutan! DONASI SEKARANG

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *