orangutans

BOSF Awali Tahun Baru dengan Pelepasliaran Orangutan

Bekerjasama dengan BKSDA Kalimantan Tengah, kami mengawali tahun ini dengan pelepasliaran empat orangutan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, di Kalimantan Tengah! Keempat orangutan ini masing-masing telah menyelesaikan proses rehabilitasi yang panjang dan kini siap menyongsong hidup barunya di alam liar.

Perjalanan Menantang Menuju Kebebasan

Pada 10 Januari, Pong, Rutan, Agis dan Jaka dibius dan diperiksa oleh tim medis kami di Nyaru Menteng. Setelah keempatnya terlelap, tim kami dengan hati-hati memindahkan para orangutan ini ke kandang-kandang transport terpisah, dan mengangkutnya ke bak mobil yang akan membawa mereka ke Desa Tumbang Tundu, desa terakhir yang dapat diakses kendaraan roda empat. Sepanjang perjalanan, sesuai dengan prosedur operasi standar kami, tim berhenti setiap 2 jam untuk memeriksa kondisi orangutan.

Tim medis membius para orangutan

Tim pelepasliaran mengangkat kandang transport menuju mobil

Hujan turun sangat deras dan butuh kewaspadaan ekstra untuk melintas di jalan yang basah dan licin. Setelah 4 jam perjalanan darat, tim tiba di tepi sungai tempat penyeberangan feri di Desa Tumbang Manggu. Hujan lebat menyebabkan permukaan sungai meninggi, menghanyutkan bongkahan kayu yang berpotensi membahayakan. Tim pun memutuskan untuk menginap di Tumbang Manggu dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Setelah menyeberang sungai, jalanan di seberang sungai ternyata terendam banjir dan semakin menghambat perjalanan, membuat tim bersiap mengantisipasi rintangan lain yang mungkin menghadang.

Tim melewati jalanan yang banjir

Tidak seperti perjalanan pelepasliaran sebelumnya, tim tiba di Tumbang Tundu sekitar tengah hari. Mereka dengan cepat memindahkan kandang transport ke kapal motor kecil atau ‘klotok’. Setelah menempuh perjalanan 5 jam melawan arus ke adah hulu, tim akhirnya tiba di lokasi, dan mengangkut kandang transport dari tepi sungai ke titik pelepasliaran yang telah ditentukan.

Tim bersiap mengangkut kandang menuju titik pelepasliaran

Empat Sekawan Memperoleh Kebebasannya

Kamis sore, keempat orangutan berhasil dilepasliarkan! Kandang Pong dibuka pertama kali, diikuti oleh kandang para betina cantik, Rutan dan Agis. Orangutan termuda, Jaka, mendapat giliran terakhir meraih kebebasan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

Kandang Pong dibuka oleh Mayzura Restalia

Kandang Jaka dibuka oleh Oetomo Wiro

Setelah kandang terakhir dibuka, tim Post Release Monitoring (PRM) dengan cepat mulai bekerja mengamati dan mengumpulkan data para orangutan yang dilepasliarkan. Mereka akan mengikuti dan mengambil data para orangutan selama 30 hari, dengan melakukan pengamatan nest to nest sejak pagi hingga malam hari. Data tersebut memberikan informasi penting bagaimana orangutan beradaptasi dengan kehidupan di habitat alaminya.

Pelepasliaran kali ini menambah jumlah orangutan rehabilitasi yang dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya sejak 2016 menjadi 75 individu. Sejak 2012, BOS Foundation telah melepasliarkan 330 orangutan dari Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng dan Samboja Lestari ke hutan-hutan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Kami haturkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan kontribusinya dalam memastikan tercapainya upaya konservasi orangutan dan habitatnya di Indonesia.

Teks oleh: Tim Komunikasi BOS Foundation

Anda dapat membuat perbedaan dan membantu menyelamatkan orangutan! DONASI SEKARANG

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *