orangutans

PROFIL KANDIDAT PELEPASLIARAN ORANGUTAN KE-19 NYARU MENTENG

#OrangutanFreedom masih terus berjalan dan kami tengah bersiap melepasliarkan 12 orangutan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Kalimantan Tengah. Berikut profil para orangutan hebat yang akan segera memulai perjalanan pulang kembali ke alam liar

1. STUART

Stuart diselamatkan pada tanggal 5 April 2003, dari seorang warga desa Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Orangutan jantan ini masih berusia kurang dari setahun dengan berat badan 3,9 kilogram (kg) saat tiba di Nyaru Menteng.

Pada 6 Juni 2016 Stuart dipindahkan ke Pulau Bangamat untuk mengikuti tahapan pra-pelepasliaran setelah lulus dari Sekolah Hutan. Ia beradaptasi dengan baik dengan lingkungan barunya dan setelah setahun di pulau pra-pelepasliaran, Stuart menunjukkan sifat mandiri yang baik.

Kini Stuart telah berusia 15 tahun dengan berat badan 44,8 kg. Stuart yang berambut pendek semasa kecil, kini tumbuh menjadi orangutan gagah dengan cheeckpad di pipinya yang sudah mulai terlihat. Stuart telah siap kembali ke habitat alaminya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

2. IMOT

Imot diselamatkan dari warga Desa Luwuk Bunter, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada 1 November 2009. Orangutan jantan ini tiba di Nyaru Menteng saat berusia 2,5 tahun dengan berat badan 6 kg.

Imot berkembang dengan baik di Sekolah Hutan dan pada 18 Maret 2014 ia dipindahkan ke Pulau Pra-pelepasliaran Palas. Setelah 2 tahun di Pulau Palas, ia pindah ke Pulau Bangamat untuk melanjutkan tahap pra-pelepasliaran.

Imot kini berusia 11 tahun dengan berat badan 42,3 kg. Proses rehabilitasi selama 8 tahun telah membantu mengembangkan sifat liar dan keterampilan bertahan hidup, yang akan membantunya setelah dilepasliarkan ke habitat alam.

3. NANGA

Nanga adalah orangutan betina yang direpatriasi dari Thailand pada tahun 2006. Ia dibawa ke Nyaru Menteng saat berusia 5,5 tahun dengan berat badan 22 kg. Nanga harus menjalani proses adaptasi yang lama karena telah lama disekap, namun tetap bisa lulus dari Sekolah  Hutan pada 2009.

Pada 20 Mei 2010 saat usianya sekitar 10 tahun, ia melahirkan anak pertamanya, Ben. Namun Nanga harus dipisahkan dari anaknya, karena usia Nanga yang terlalu dini. Ben kemudian dibesarkan di bawah pengawasan tim medis dan babysitter.

Pada 24 Maret 2016, Nanga akhirnya memiliki kesempatan pindah ke Pulau Pra-pelepasliaran Bangamat, tempat ia berkembang dengan pesat dan sangat terampil mencari pakan alami. Setelah 11 tahun masa rehabilitasi, Nanga yang memiliki tatapan lembut kini berusia 17 tahun dengan berat badan 39,4 kg. Ia siap untuk hidup mandiri di hutan liar.

4. ROWO

Rowo diselamatkan pada 25 Januari 2004 dari seorang warga Desa Horowu, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Betina ini tiba di Nyaru Menteng saat berusia 18 bulan dengan berat badan 4,7 kg.

Ia segera bergabung dengan Sekolah Hutan Nyaru Menteng dan berhasil lulus dengan baik pada 2009. Namun ia baru mendapatkan kesempatan mengikuti tahapan pra-pelepasliaran di Pulau Bangamat pada 28 Maret 2016.

Rowo kini berusia 15 tahun dengan berat badan 53 kg. Berbekal keterampilan yang telah ia pelajari selama 13 tahun, betina berambut tebal ini sudah siap hidup mandiri di rumah barunya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

5. HANGEI

Hangei betina cantik berambut panjang, tiba di Nyaru Menteng pada 29 September 2008 setelah diselamatkan dari seorang warga Desa Tumbang Hangei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Saat itu ia masih berusia 4 tahun dengan berat badan 6 kg dan masih memiliki sifat liar.

Setelah seluruh tahapan rehabilitasi di Sekolah Hutan ia jalani, Hangei mengikuti tahap pra-pelepasliaran di Pulau Bangamat sejak tanggal 7 Juni 2016. Di Bangamat, Hangei dikenal sebagai orangutan penjelajah yang baik.

Kini Hangei telah berusia 13 tahun dengan berat badan 35,1 kg. Setelah 9 tahun masa rehabilitasi, Hangei si pemberani telah siap menjajal rumah barunya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

6. RAWA

Pada tanggal 16 Mei 2005, Rawa diselamatkan dari warga yang memeliharanya selama hampir 1 tahun di daerah Danau Rawa, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Orangutan jantan ini tiba di Nyaru Menteng saat berusia 3 tahun dengan berat badan 8,7 kg.

Tahun-tahun awal di Nyaru Menteng merupakan masa sulit bagi Rawa, karena Ia sempat menderita malaria dan tifus berkepanjangan. Berkat perawatan intensif dan kasih sayang yang diberikan tim medis dan para babysitter kami yang berdedikasi, akhirnya Rawa pulih.

Rawa mengembangkan keterampilannya di Sekolah Hutan dan lulus pada bulan Juli 2009. Ia kemudian melanjutkan proses rehabilitasinya di Pulau Prapelepasliaran Kaja pada 7 April 2016.Kini Rawa telah berusia 15 tahun dengan berat badan 58,7 kg. Rambut tebal di kepala serta rahang yang memanjang dengan janggut tipis keemasan membuatnya mudah dikenali. Setelah 12 tahun mengasah kemampuan bertahan hidup, jantan tangguh ini telah siap kembali hidup liar di hutan.

7. SUKAMARA

Sukamara direpatriasi dari Thailand tahun 2006. Ia tiba di Nyaru Menteng bersama Nanga pada tanggal 22 November 2006, saat berusia 9 tahun dan dalam kondisi sehat.

Di Nyaru Menteng, Sukamara mengikuti kelas Sekolah Hutan khusus yang diperuntukkan bagi orangutan repatriasi dari Thailand. Ia dipindahkan ke Pulau Pra-pelepasliaran Palas sejak 6 Mei 2014 dan kemudian pindah ke Pulau Bangamat pada 14 Juni 2016.

Merupakan orangutan betina dominan, Sukamara kini telah berusia 20 tahun dengan berat badan 41,4 kg. Dengan keterampilan yang terasah setelah rehabilitasi selama 11 tahun, Sukamara sangat siap untuk kembali ke hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

8. REBECCA

Rebecca diselamatkan tim gabungan dari BOS Foundation Nyaru Menteng dan BKSDA Kalimantan Tengah dari Kota Sampit, Kabupaten Kotawiringin Timur pada 5 Februari 2006. Orangutan betina ini tiba di Nyaru Menteng dalam keadaan kurus dan sedikit dehidrasi dengan berat badan hanya 4,5 kg saat baru berusia 2 tahun.

Sepuluh tahun kemudian Rebecca lulus dari Sekolah Hutan dan melanjutkan ke tahap pra-pelepasliaran di Pulau Kaja sejak 3 Agustus 2016. Di Pulau Kaja, ia berkembang dengan baik, ia sangat terampil membuat sarang, mengenali pakan alami, dan aktif menjelajah pulau

Rebecca kini berusia 13 tahun dengan berat badan 31 kg. Ia tumbuh menjadi sosok yang menawan dan sebentar lagi akan menjalani kehidupan liarnya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

9. KAHIM

Kahim diselamatkan dari area konsesi perkebunan kelapa sawit PT. Solonok Ladang Mas di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, bersama 2 orangutan lain (Leggi dan Endut). Ketiganya dipelihara para karyawan perkebunan kelapa sawit di baraknya. Kahim tiba di Nyaru Menteng pada tanggal 2 Februari 2007 di usia 2 tahun dengan berat badan 5,5 kg.

Kahim tumbuh menjadi orangutan jantan yang aktif dan pandai bersosialisasi, serta berteman akrab dengan Gurita (telah dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya). Setelah lulus Sekolah Hutan, Kahim mengikuti tahap pra-pelepasliaran di Pulau Palas sejak 25 Maret 2014, lalu pindah ke Pulau Bangamat pada 8 April 2017. Selama di Pulau Palas dan Pulau Bangamat, Kahim berkembang menjadi penjelajah handal.

Kahim kini berusia 12 tahun dengan berat badan 45,6 kg. Kahim yang bersahabat yang memiliki tatapan mata tajam, rahang yang kuat, serta janggut tipis keemasan, disukai oleh orangutan lain sebayanya. Ia segera menjadi orangutan liar sejati dan menyusul sahabatnya, Gurita, hidup di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

10. PUPUT

Pada 27 Januari 2006, Puput berhasil diselamatkan dari seorang warga di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah saat ia berusia 3 tahun dengan berat badan 8,3 kg.

Orangutan betina yang memiliki semacam cheeckpad di pipinya ini melanjutkan proses rehabilitasi ke pulau pra-pelepasliaran di Pulau Palas sejak 10 Desember 2010. Ia kemudian dipindahkan ke Pulau Kaja pada 20 Juli 2015. Selama di pulau pra-pelepasliaran Puput mengasah kemampuannya menjelajah hutan dan beradaptasi dengan lingkungan barunya

Puput kini berusia 14 tahun dengan berat badan 40,3 kg. Setelah 12 tahun menjalani proses rehabilitasi di Nyaru Menteng, Puput kini siap untuk menjelajah belantara hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, rumah sejatinya.

11. PUJI

Puji diselamatkan dari wilayah perkebunan kelapa sawit di Keruing Raya Estate, Desa Keruing, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Orangutan betina ini tiba di Nyaru Menteng pada tanggal 24 Februari 2007 saat berusia belum setahun dengan berat badan 3,9 kg.

Semasa di Sekolah Hutan, Puji mengembangkan keterampilan dasar dengan baik dan lanjut ke tahap pra-pelepasliaran di Pulau Kaja pada 3 Agustus 2016. Di pulau prapelepasliaran Puji beradaptasi dengan baik dengan lingkungan baru, dan bersama sahabatnya, Bruni, mereka menjelajah, mencari pakan alami, dan mengembangkan keterampilan membangun sarang.

Puji kini berusia 11 tahun dengan berat badan 35,8 kg. Dengan semua kemampuan bertahan hidup yang dikuasainya, ia siap menjalani petualangan baru yang menyenangkan bersama Bruni sahabatnya, di hutan belantara Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

12. BRUNI

 

Bruni tiba di Nyaru Menteng pada 25 Juni 2008 saat berusia 2 tahun dengan berat badan 8 kg. Orangutan betina ini diselamatkan dari konsesi perkebunan kelapa sawit PT. Tunas Agro Subur Kencana (PT TASK) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Bruni mengikuti tahapan Sekolah Hutan hingga akhirnya pindah ke Pulau Bangamat pada 7 Juni 2016. Bruni membuktikan kemandiriannya dalam bertahan hidup, ia merupakan salah satu orangutan yang handal menjelajah dan mencari pakan. Ia sering terpantau menjelajah pulau bersama sahabatnya Puji.

Bruni kini telah berusia 11 tahun dengan berat badan 32,5 kg. Betina liar yang cantik ini kini sudah siap menjelajah rimba Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya bersama sahabatnya Puji.

 

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *