orangutans

PROFIL KANDIDAT PELEPASLIARAN ORANGUTAN KE-21 NYARU MENTENGS

1. PONG

Pong diselamatkan dari warga Desa Tumbang Samba, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada 24 Agustus 2005. Warga tersebut membeli Pong empat bulan sebelumnya dari seorang karyawan sebuah perkebunan kelapa sawit yang kami duga membunuh induknya.

Ia berusia 2 tahun dan berat badan 8,6 kilogram saat tiba di Nyaru Menteng. Ia tiba dalam kondisi menyedihkan – rambut panjang dan jarang serta menderita malaria dan typhus – dan ditempatkan di karantina hingga kondisinya pulih kembali.

Selepas masa karantina Pong bergabung dengan grup Nursery dan kemudian melewati semua tahapan di sekolah hutan. Perkembangan Pong sangat baik dan  pada 7 April 2016 dipindahkan ke Pulau Kaja. Selama berada di Pulau Kaja, ia mengembangkan keterampilannya dan menjadi individu yang aktif.

Kini Pong telah berusia 15 tahun dengan berat badan 41,5 kilogram. Bantalan pipi di wajahnya mulai berkembang dan ia siap menjalani hidup sebagai orangutan liar sejati di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

2. RUTAN

Rutan adalah orangutan betina yang diselamatkan dari warga Kalimantan Barat pada 7 Januari 2006. Saat tiba di Nyaru Menteng ia berusia 3 tahun dengan berat badan 10 kilogram.

Selepas masa karantina, Rutan bergabung dengan grup sekolah hutan dan menyelesaikan tahapan akhir sekolah hutan di tahun 2009. Pada tahun 2016, ia dipindahkan ke pulau pra-pelepasliaran Bangamat, di mana ia menjadi penjelajah handal yang lebih memilih untuk menghindari manusia.

Kini Rutan telah berusia 15 tahun dengan berat badan 32,3 kilogram. Setelah 12 tahun menjalani proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng, tiba saatnya bagi Rutan untuk hidup sebagai orangutan liar di hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

3. AGIS

Agis berhasil diselamatkan oleh tim rescue gabungan BKSDA Kalimantan Tengah dan BOSF Nyaru Menteng pada tanggal 22 April 2006. Ia menjadi hewan peliharaan seorang warga Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, yang merawatnya seperti anak manusia selama tujuh bulan. Usianya saat itu 2,5 tahun dan berat 6,6 kilogram, dan menderita dehidrasi serta malnutrisi.

Setibanya di Nyaru Menteng, ia menjalani proses karantina sebelum bergabung di sekolah hutan. Lulus dari Sekolah Hutan, ia melanjutkan tahap pra-pelepasliaran di Pulau Bangamat pada 2014, kemudian dipindahkan ke Pulau Kaja pada tahun 2015.

Agis sangat piawai beradaptasi dengan lingkungan baru dan mudah bergaul dengan orangutan lainnya. Ia memiliki sifat lembut, namun mampu mempertahankan dirinya saat diperlukan.

Kini Agis telah berusia 14 tahun dan telah dibekali dengan keterampilan bertahan hidup yang dibutuhkannya untuk memulai kehidupan baru di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

4. JAKA

Jaka tiba di Nyaru Menteng pada 3 Januari 2007, setelah diselamatkan dari pekerja perkebunan Kelapa Sawit, PT. Bumi Sawit Kencana, di wilayah Sebabi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Saat tiba di Nyaru Menteng, ia berusia 2 tahun dan beratnya 10 kilogram.

Jaka berhasil melewati masa karantina dan bergabung dengan grup sekolah hutan. Mula-mula, ia mengalami kesulitan dalam mempelajari keterampilan baru dan tidak seaktif teman-temannya. Namun seiring waktu, ia mampu menyesuaikan diri dan mulai menunjukkan perilaku alami yang membantunya menyelesaikan sekolah hutan. Pada 28 Maret 2016, Jaka dipindahkan ke pulau pra-pelepasliaran Bangamat, di mana ia dikenal sebagai orangutan yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mandiri.

Kini Jaka berusia 13 tahun dengan berat badan 41,7 kilogram. Dengan kemampuan dan keterampilan bertahan hidup yang dimilikinya, ia sangat siap untuk tinggal di rumah barunya di hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya bersama Pong, Rutan dan Agis.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *